Netflix Games Bidik Cloud Gaming di TV, Ponsel Jadi Kontroler

Netflix Games Bidik Cloud Gaming di TV, Ponsel Jadi Kontroler

Netflix Games ternyata belum menjadi proyek yang ditinggalkan Netflix. Sebaliknya, perusahaan justru sedang menggeser arah bisnis gaming menuju cloud gaming di televisi. Dalam wawancara di Bloomberg Screentime, co-CEO Netflix Ted Sarandos mengatakan ia melihat gaming tetap menjadi bagian dari Netflix dalam lima tahun ke depan. Menurutnya, mobile gaming menjadi pintu menuju cloud gaming, terutama pengalaman bermain di TV dengan ponsel sebagai kontroler.

Arah tersebut cukup menarik karena Netflix sebelumnya sempat mengejar ambisi membuat game dengan skala lebih besar. Namun, strategi itu kemudian berubah. Kini Netflix lebih tertarik membuat gaming terasa seperti bagian alami dari layanan hiburan yang sudah digunakan jutaan orang.

Netflix Games Tetap Jadi Bagian Masa Depan Netflix

Pernyataan Sarandos sekaligus menjawab spekulasi bahwa Netflix mungkin meninggalkan gaming. Netflix Games masih dipandang sebagai bagian dari bisnis perusahaan, tetapi pendekatannya tidak lagi harus mengikuti model publisher game tradisional.

Saat ini, Netflix memiliki lebih dari 120 game mobile dalam katalognya. Game tersebut tersedia untuk anggota tanpa iklan, biaya tambahan, dan pembelian dalam aplikasi. Beberapa judul yang ditawarkan termasuk Red Dead Redemption, Sonic Mania Plus, dan RollerCoaster Tycoon Touch.

Selain itu, katalog tersebut menunjukkan bahwa Netflix masih memiliki tempat untuk game yang beragam. Namun, perusahaan tampaknya mulai mencari format yang lebih dekat dengan kebiasaan menonton TV.

Bagi Netflix, perubahan ini masuk akal. Pengguna sudah terbiasa membuka aplikasi di televisi. Karena itu, menawarkan game di layar yang sama dapat menjadi langkah yang lebih sederhana daripada meminta pelanggan membeli perangkat baru.

Mulai Serius di Televisi

Cloud gaming Netflix bukan sekadar wacana. Perusahaan sudah menguji game yang dapat dimainkan langsung melalui TV. Konsepnya sederhana. Televisi menjadi layar utama, sementara smartphone digunakan sebagai kontroler. Pengguna cukup memilih game, memindai QR code, lalu ponsel terhubung ke sesi permainan.

Selain itu, model tersebut mengurangi kebutuhan akan perangkat tambahan. Pengguna tidak perlu membeli gamepad khusus hanya untuk mencoba permainan tertentu.

Menariknya, Netflix juga memperluas format ini ke game yang lebih cocok untuk dimainkan bersama. Party game seperti LEGO Party!, Pictionary: Game Night, Boggle Party, dan Tetris Time Warp dirancang untuk dinikmati di layar besar.

Dengan demikian, TV bukan lagi sekadar tempat menonton serial Netflix. Layar yang sama mulai diposisikan sebagai tempat bermain.

Netflix Games Sudah Punya Contoh Nyata

Salah satu contoh terbesar adalah FIFA World Cup: Launch Edition. Netflix meluncurkan game tersebut pada Juni 2026 sebagai game eksklusif untuk anggotanya. Pemain menggunakan smartphone sebagai kontroler, sedangkan televisi berfungsi sebagai layar permainan. Game tersebut mendukung hingga empat pemain.

Selain itu, Netflix mencatat bahwa game TV telah diperluas ke sejumlah negara. Dalam pengumuman Juni 2026, perusahaan menyebut layanan tersebut tersedia di 20 negara, meski ketersediaan dapat terus berubah berdasarkan wilayah dan perangkat.

Netflix juga memperkenalkan Unhinged, game horor yang dikembangkan Night School Studio. Pemain tetap menggunakan ponsel sebagai kontroler, tetapi kali ini smartphone menjadi bagian dari pengalaman permainan itu sendiri.

Jadi, Netflix sudah memiliki beberapa eksperimen nyata. Perusahaan kini tinggal memperbesar skala dan variasinya.

Bagi pembaca Gameseru yang mengikuti perkembangan platform digital, artikel Gamer Indonesia Kini Bisa Belanja Game GOG Pakai Rupiah juga relevan untuk melihat bagaimana layanan game digital beradaptasi dengan kebiasaan pengguna.

Netflix Games Tinggalkan Ambisi AAA?

Perubahan strategi menjadi semakin jelas jika melihat keputusan Netflix terhadap studio internal. Dalam beberapa tahun terakhir, Netflix sempat berinvestasi pada pengembangan game sendiri dan membangun sejumlah studio.

Namun, Netflix kemudian menutup beberapa tim. Night School Studio dan Moonloot Games termasuk studio yang ditutup dalam perubahan strategi terbaru perusahaan. Langkah tersebut disertai fokus yang lebih besar pada game anak, party, naratif, dan judul mainstream.

Di sisi lain, perubahan ini tidak otomatis berarti Netflix sama sekali berhenti membuat game. Yang berubah adalah cara perusahaan melihat investasi tersebut.

Membangun game AAA dari nol membutuhkan tim besar, waktu panjang, dan risiko tinggi. Sebaliknya, model cloud gaming berfokus pada distribusi dan akses. Netflix dapat memanfaatkan infrastruktur layanan yang sudah dimiliki dan membawa permainan langsung ke perangkat yang ada di rumah pengguna.

Karena itu, arah baru ini lebih cocok dengan kekuatan inti Netflix.

Netflix Games Cocok dengan Model Bisnis Netflix

Salah satu alasan Netflix tetap tertarik dengan gaming adalah IP extension. Game dapat memperpanjang kehidupan sebuah film atau serial dengan mengubah penonton menjadi pemain. Sarandos juga menyebut nilai gaming bagi brand dan memberi pelanggan pilihan aktivitas lain ketika mereka sudah berada di depan televisi.

Selain itu, format ini memungkinkan Netflix menggunakan IP yang sudah dikenal. Game tidak harus menjadi blockbuster bernilai ratusan juta dolar. Game sederhana atau sosial pun dapat memiliki fungsi strategis.

Misalnya, sebuah serial populer dapat memiliki game kasual yang dimainkan bersama keluarga. Kemudian, pengguna tetap berada di ekosistem Netflix tanpa harus berpindah ke platform lain.

Pendekatan tersebut juga membuat gaming lebih mudah dipahami oleh pengguna non-gamer. Smartphone sudah menjadi perangkat yang familiar. Jadi, menjadikannya kontroler dapat mengurangi hambatan awal.

Bagi pembaca yang tertarik dengan perkembangan hiburan interaktif dan crossover game, PACMAN x Asphalt Resmi Hadir, Balapan Sambil Diburu Ghost bisa menjadi bacaan tambahan.

Netflix Games Menghadapi Tantangan Besar

Walaupun konsepnya menarik, Netflix Games tetap menghadapi beberapa tantangan. Cloud gaming sangat bergantung pada koneksi internet. Latensi, kualitas jaringan, server, dan kompatibilitas perangkat dapat memengaruhi pengalaman.

Selain itu, akses TV gaming Netflix belum tersedia di semua negara dan perangkat. Netflix sendiri sejak awal menyebut fitur tersebut sebagai beta dan terus memperluas dukungan secara bertahap.

Kualitas katalog juga menjadi faktor penting. Pengguna mungkin tertarik mencoba game yang sederhana. Namun, untuk bersaing dengan konsol dan PC, Netflix tetap membutuhkan pengalaman yang cukup kuat agar pengguna mau kembali bermain.

Di sisi lain, Netflix memiliki keunggulan besar. Perusahaan sudah hadir di televisi rumah dan memiliki basis pelanggan yang sangat besar. Jadi, Netflix tidak perlu membangun kebiasaan baru dari nol.

Masa Depan Netflix Games

Konsep Netflix Games ke depan kemungkinan akan lebih dekat dengan layanan streaming daripada toko game tradisional. TV menjadi layar utama. Smartphone menjadi kontroler. Cloud menjadi mesin di belakang layar.

Sarandos menyebut peluang tersebut dalam konteks “post-console world”. Namun, istilah itu tidak berarti PlayStation, Xbox, atau Nintendo akan segera hilang. Lebih tepatnya, Netflix melihat kemungkinan semakin banyak pengalaman gaming yang tidak memerlukan perangkat konsol khusus.

Selain itu, keberadaan game TV menunjukkan bahwa Netflix sudah mulai membangun fondasi tersebut. Party game, FIFA, hingga game horor seperti Unhinged memberikan gambaran mengenai arah eksperimen perusahaan.

Cek berita terbaru Game & Esport di Website Maniatogel untuk mengikuti perkembangan game dan teknologi hiburan terbaru.

Nonton livestream turnamen esport di Maniatogel sambil mengikuti berbagai kabar dari dunia gaming dan esports.

Pada akhirnya, Netflix Games belum menyerah. Perusahaan justru sedang mencari bentuk yang lebih sesuai dengan identitasnya. Mobile gaming menjadi tahap awal. TV gaming menjadi jembatan. Cloud gaming kemudian menjadi tujuan yang lebih besar.

Update & Highlights Turnamen Esport terbaru di Situs Maniatogel juga dapat menjadi referensi untuk mengikuti perkembangan industri game.

Bagi Netflix, keberhasilan strategi ini akan sangat bergantung pada satu hal: apakah pengguna bersedia melihat televisi bukan hanya sebagai tempat menonton, tetapi juga sebagai tempat bermain.

Untuk sekarang, cloud gaming TV masih merupakan perjalanan yang berkembang. Namun, fondasinya sudah terlihat. Netflix memiliki layar, pelanggan, aplikasi, dan smartphone sebagai kontroler. Tinggal menunggu apakah kombinasi tersebut mampu menghasilkan pengalaman gaming yang cukup menarik untuk benar-benar menjadi kebiasaan baru.

Internal Link Rekomendasi

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan