Resident Evil Requiem terus mencatatkan perkembangan positif sejak diluncurkan pada akhir Februari 2026. Berdasarkan analisis Alinea Analytics yang dirilis 25 September, game terbaru Capcom tersebut telah melewati estimasi US$500 juta pendapatan. Alinea menyebut pencapaian itu menjadi laju tercepat menuju US$500 juta dalam sejarah franchise Resident Evil.
Selain itu, Alinea memperkirakan game ini telah menjangkau sekitar 8,5 juta pemain di PlayStation 5, Steam, dan Xbox Series X|S. Namun, angka tersebut merupakan estimasi analis, bukan laporan penjualan resmi dari Capcom.
Resident Evil Requiem Tembus US$500 Juta
Pencapaian tersebut menjadi milestone besar bagi Resident Evil Requiem. Alinea Analytics menilai pendapatan Requiem saat ini sudah melampaui laju seluruh game Resident Evil sebelumnya dalam perjalanan menuju US$500 juta. Bahkan, analis Rhys Elliott memperkirakan total pendapatannya pada akhirnya dapat melewati US$600 juta yang diperkirakan telah dicapai Resident Evil 4 Remake.
Di sisi lain, angka US$500 juta tidak sama dengan jumlah kopi yang terjual. Revenue merupakan estimasi nilai pendapatan, sedangkan penjualan unit mencerminkan jumlah game yang dibeli. Karena itu, kedua angka tersebut perlu dipisahkan ketika membahas performa komersial sebuah game.
Alinea juga menggunakan berbagai data platform untuk memperkirakan ukuran audiens. Jadi, angka 8,5 juta pemain sebaiknya dipahami sebagai hasil analisis perusahaan data, bukan angka pengguna resmi yang dirilis Capcom.
Dekati Capaian Resident Evil 4 Remake
Salah satu bagian menarik dari laporan tersebut adalah perbandingan dengan Resident Evil 4 Remake. Alinea memperkirakan game remake yang dirilis pada 2023 itu sudah menghasilkan lebih dari US$600 juta sepanjang siklus penjualannya. Sementara itu, Requiem kini sudah berada di atas US$500 juta.
Dengan jarak sekitar US$100 juta, Requiem masih memiliki ruang untuk mengejar capaian tersebut. Namun, laju pendapatan ke depan tetap bergantung pada harga game, diskon, penjualan katalog, serta jumlah pemain baru.
Selain itu, Requiem masih relatif baru dibandingkan Resident Evil 4 Remake. Karena itu, perbandingan ini belum menggambarkan hasil akhir kedua game secara seimbang.
Yang menarik, laporan Alinea menempatkan performa Requiem sebagai bagian dari strategi komersial Capcom yang juga mengandalkan penjualan katalog. Artinya, bukan hanya game terbaru yang menjadi sumber pendapatan. Game Resident Evil lama juga dapat kembali menghasilkan pemasukan ketika mendapatkan promosi.
Punya 8,5 Juta Pemain
Alinea memperkirakan terdapat sekitar 8,5 juta pemain Requiem di tiga ekosistem utama yang dianalisis. PlayStation menjadi platform terbesar dengan kontribusi sekitar 48,1 persen, sedangkan Steam berada di posisi berikutnya dengan sekitar 43,4 persen. Xbox Series X|S menyumbang sekitar 8,6 persen.
Dengan persentase tersebut, PS5 menjadi bagian penting dari distribusi audiens game. Alinea memperkirakan lebih dari 4 juta kopi Requiem berada di PS5. Menariknya, sekitar 30,8 persen atau kurang lebih 1,2 juta di antaranya merupakan versi fisik.
Di sisi lain, kontribusi Steam juga sangat besar. Selisih antara PS5 dan Steam hanya beberapa poin persentase. Hal tersebut memperlihatkan bahwa pasar PC ikut memainkan peran penting terhadap jangkauan game survival horror terbaru Capcom.
Untuk pembaca Gameseru yang mengikuti game Capcom lainnya, artikel Rumor Devil May Cry 6 Kembali Muncul dapat menjadi bacaan tambahan mengenai perkembangan franchise Capcom lain.
Resident Evil Requiem Terbantu Diskon Game
Salah satu temuan menarik Alinea berkaitan dengan diskon. Capcom mulai memberikan potongan harga untuk sejumlah game Resident Evil pada 10 September, delapan hari sebelum film reboot Resident Evil tayang di bioskop.
Menurut analisis tersebut, strategi diskon justru memiliki pengaruh lebih besar terhadap peningkatan aktivitas pemain dibandingkan efek langsung film. Setelah film dirilis, daily players Resident Evil 2 Remake meningkat sekitar 48 persen. Resident Evil 3 Remake naik 25 persen, Resident Evil 4 Remake 24 persen, sedangkan Requiem mengalami kenaikan sekitar 20 persen.
Dengan demikian, film tetap tampak membawa perhatian tambahan terhadap franchise. Namun, Alinea menilai peningkatan engagement tidak berarti seluruh kenaikan tersebut berasal dari film.
Hal ini masuk akal karena periode promosi game sudah dimulai lebih dahulu. Selain itu, harga yang lebih rendah dapat mendorong pemain baru mencoba game yang sebelumnya belum mereka beli.
Bagi pembaca yang menikmati crossover game populer, Apex Legends x StreetFighter juga menarik untuk dibaca karena sama-sama melibatkan franchise besar dari industri game Jepang dan membawa elemen lintas merek ke dalam game modern.
Film Resident Evil Ikut Mengangkat Perhatian
Film reboot Resident Evil garapan Zach Cregger dirilis pada 18 September 2026. Film tersebut mencatat pembukaan global sekitar US$108,3 juta, termasuk US$60 juta di Amerika Utara dan US$48,3 juta dari pasar internasional. Variety mencatat angka tersebut sebagai pembukaan terbesar dalam sejarah franchise film Resident Evil.
Momentum tersebut berlangsung berdekatan dengan kenaikan jumlah pemain berbagai game Resident Evil. Karena itu, hubungan antara film dan peningkatan perhatian terhadap franchise menjadi salah satu topik yang dianalisis Alinea.
Namun, penting untuk melihat datanya secara hati-hati. Kenaikan pemain tidak secara otomatis menunjukkan bahwa penonton film langsung membeli Requiem. Ada faktor lain seperti diskon, promosi, visibilitas franchise, dan perilaku pemain yang ikut berperan.
Selain itu, dampak film juga berbeda antarjudul. Resident Evil 2 Remake misalnya mengalami kenaikan daily players lebih tinggi dibanding Requiem. Jadi, momentum film tidak menghasilkan pola yang sama untuk setiap game.
Resident Evil Requiem Masih Bisa Bertumbuh
Dengan estimasi pendapatan di atas US$500 juta, Resident Evil Requiem masih memiliki peluang menambah revenue melalui penjualan jangka panjang. Alinea sendiri memperkirakan game tersebut pada akhirnya dapat melewati US$600 juta milik Resident Evil 4 Remake. Namun, itu tetap merupakan proyeksi analis dan bukan target resmi Capcom.

Selain itu, Capcom memiliki katalog Resident Evil yang luas. Diskon berkala dapat menghidupkan kembali game lama, sekaligus memperkenalkan franchise kepada pemain yang baru mengenalnya.
Cek berita terbaru Game & Esport di Website Maniatogel untuk mengikuti berbagai perkembangan game terbaru.
Nonton livestream turnamen esport di Maniatogel sambil mengikuti berita dari dunia gaming dan kompetitif.
Untuk Resident Evil Requiem, pencapaian US$500 juta menjadi indikator bahwa game tersebut memiliki basis pemain dan pendapatan yang besar. Namun, angka final baru dapat diketahui setelah Capcom mengungkap laporan penjualan resminya.
Update & Highlights Turnamen Esport terbaru di Situs Maniatogel juga bisa menjadi referensi untuk mengikuti kabar terbaru dari industri game.
Pada akhirnya, laporan Alinea memberikan gambaran mengenai performa Requiem dari sisi estimasi pendapatan, distribusi pemain, dan efek promosi. PS5 menjadi platform terbesar dalam data tersebut, sementara Steam memiliki kontribusi yang hampir menyamai PlayStation.
Yang tidak kalah menarik adalah efek gabungan antara diskon dan film. Film reboot memang menghasilkan pembukaan global US$108,3 juta. Namun, analisis Alinea menunjukkan bahwa periode diskon yang dimulai sebelum film memiliki pengaruh besar terhadap engagement game.
Dengan begitu, Resident Evil Requiem kini menjadi salah satu rilisan penting Capcom pada 2026. Milestone US$500 juta sudah tercapai berdasarkan estimasi analis. Selanjutnya, perkembangan penjualan setelah momentum film dan promosi akan menentukan seberapa dekat game ini dengan capaian Resident Evil 4 Remake.
