Logitech kembali memperkuat lini periferal gaming kompetitif melalui Logitech GPro X3 Superstrike. Mouse gaming nirkabel ini menjadi penerus PRO X2 SUPERSTRIKE dengan sejumlah peningkatan pada sensor, efisiensi daya, distribusi bobot, dan sistem klik. Logitech juga mempertahankan teknologi HITS yang menjadi identitas utama keluarga Superstrike.
Selain itu, perangkat ini membawa sensor HERO 2 hingga 48.000 DPI serta polling rate 8KHz melalui koneksi LIGHTSPEED maupun USB-C. Baterainya juga meningkat menjadi 135+ jam. Logitech menetapkan harga US$199,99 di Amerika Serikat dan £169,99 di Inggris.
Logitech GPro X3 Superstrike Fokus pada Klik Kompetitif
Salah satu keunggulan utama mouse ini adalah Haptic Inductive Trigger System atau HITS. Sistem tersebut menggantikan microswitch tradisional dengan teknologi induktif serta umpan balik haptic.
Dengan HITS, pengguna dapat mengatur titik aktuasi hingga 10 level. Selain itu, tersedia lima pilihan rapid trigger reset. Pengaturan ini memungkinkan tombol kembali siap menerima input dengan lebih cepat.
Logitech juga menyediakan enam tingkat intensitas haptic feedback. Jadi, pemain dapat menyesuaikan sensasi klik sesuai preferensi masing-masing. Sistem tersebut dirancang khusus untuk memberikan respons yang lebih cepat dan terasa jelas ketika bermain.
Menurut Logitech, HITS dapat mengurangi click latency hingga 30 ms dibandingkan mekanisme mekanis atau optical microswitch tertentu. Namun, angka tersebut merupakan hasil pengujian Logitech. Pengalaman setiap pengguna dapat berbeda.
Logitech GPro X3 Superstrike Naik ke Sensor 48.000 DPI
Peningkatan lainnya datang dari sensor HERO 2. Kali ini, Logitech meningkatkan sensitivitas maksimal menjadi 48.000 DPI. Selain itu, sensor mampu mencapai akselerasi hingga 90G dan kecepatan hingga 930 IPS.
Polling rate juga tetap menjadi bagian penting. Perangkat ini mampu mencapai 8.000Hz atau 0,125 ms ketika menggunakan konfigurasi tersebut. Bahkan, kemampuan itu tersedia lewat koneksi LIGHTSPEED Wireless maupun kabel USB-C.
Namun, angka DPI yang sangat tinggi bukan berarti pemain harus menggunakannya saat bermain. Misalnya, gamer FPS biasanya memakai sensitivitas jauh lebih rendah untuk menjaga kontrol aim.
Sebaliknya, kemampuan 48.000 DPI menunjukkan kapasitas tracking sensor. Kombinasinya dengan 8KHz lebih relevan untuk gamer yang mengejar respons input maksimal.
Logitech GPro X3 Superstrike Bawa Baterai 135+ Jam
Sektor baterai mendapat peningkatan signifikan. Logitech mengklaim daya tahan hingga 135+ jam per pengisian. Angka tersebut bertambah 45 jam dibandingkan generasi sebelumnya.
Peningkatan ini datang bersama chipset NxLOGI. Logitech menyebut chipset tersebut mampu mengurangi konsumsi daya hingga 50 persen dibandingkan PRO X2 SUPERSTRIKE. Selain itu, mouse dapat diisi melalui USB-C atau sistem POWERPLAY yang dijual terpisah.
Namun, angka 135 jam perlu dibaca dengan konteks. PC Gamer mencatat bahwa angka tersebut berkaitan dengan penggunaan pada polling rate 1KHz. Jadi, ketika pemain mengaktifkan 8KHz secara terus-menerus, daya tahan baterai bisa lebih pendek.
Dengan demikian, klaim 135 jam merupakan angka maksimum dalam kondisi pengujian tertentu. Meski begitu, peningkatan tersebut tetap terasa besar bagi pengguna yang sering bermain tanpa kabel.
Desain Tetap Familiar, Bobot Lebih Seimbang
Dari sisi bentuk, Logitech memilih pendekatan evolusioner. Siluet khas keluarga PRO tetap dipertahankan. Karena itu, pengguna PRO X2 kemungkinan tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi.
Perubahan penting justru terjadi pada distribusi komponen. Logitech memindahkan bobot lebih dekat ke bagian tengah untuk menghasilkan handling yang lebih seimbang.
Bobot versi global tercatat 59 gram. Sementara itu, varian EMEA berada di angka 61 gram. Perbedaan tersebut cukup kecil, tetapi tetap relevan bagi pemain yang sangat sensitif terhadap bobot mouse.
Menurut PC Gamer, salah satu masalah pada PRO X2 SUPERSTRIKE adalah distribusi bobot yang cenderung ke depan. Pada generasi baru, Logitech melakukan revisi untuk memperbaiki karakter tersebut.
Bagi pembaca Gameseru yang ingin melihat alternatif mouse kompetitif lain, artikel Gladius IV Ace: Mouse Esports 65K DPI dengan Wireless 8K juga relevan. Mouse tersebut mengusung sensor 65.000 DPI dan wireless 8KHz.
Logitech GPro X3 Superstrike Tetap Andalkan LIGHTSPEED 8K
Konektivitas menjadi bagian penting untuk perangkat esports. Logitech memberikan dukungan polling rate maksimal 8KHz melalui LIGHTSPEED Wireless. Menariknya, koneksi USB-C juga mampu mencapai 8KHz.
Pada konfigurasi tersebut, interval laporan mencapai 0,125 ms. Artinya, mouse dapat mengirim data posisi dan tombol lebih sering ke komputer.
Selain itu, chipset NxLOGI dirancang untuk meningkatkan efisiensi serta stabilitas wireless. Logitech juga menyebut performa koneksi dan latensi sebagai salah satu bagian yang ditingkatkan pada generasi X3.
Di sisi lain, polling rate tinggi tidak otomatis membuat semua game berjalan lebih baik. Pemain tetap membutuhkan PC yang mampu memproses frekuensi laporan tersebut secara konsisten.
Logitech GPro X3 Superstrike Hadir Bersama Pro X Control
Bersamaan dengan mouse baru, Logitech memperkenalkan PRO X CONTROL sebagai mouse pad pendamping. Produk ini memiliki ukuran 400 x 460 mm serta foam SlimFlex setebal 6 mm.
Ukuran tersebut memberikan ruang gerak yang cukup luas. Misalnya, pemain FPS dengan sensitivitas rendah bisa melakukan swipe besar tanpa cepat keluar dari permukaan mouse pad.
Selain itu, desain bagian bawah dibuat agar mouse pad tetap stabil. Produk ini juga mendukung ekosistem POWERPLAY untuk pengguna yang ingin mempertahankan pengisian daya mouse secara nirkabel.
Bagi pengguna yang juga tertarik dengan perangkat gaming portable, artikel Acer Predator Atlas 8 dapat menjadi bacaan tambahan untuk melihat perkembangan hardware gaming di kategori berbeda.
Harga dan Ketersediaan
Logitech mencantumkan MSRP US$199,99 pada situs Amerika Serikat. Sementara itu, laman Inggris menampilkan harga £169,99 dan varian Midnight Black. Logitech juga menyediakan warna Magenta Eclipse di sejumlah pasar.
Perangkat ini sudah tercantum di kanal resmi Logitech dan sejumlah retailer. Waktu ketersediaan dapat berbeda berdasarkan wilayah. Karena itu, harga lokal sebaiknya mengikuti kanal resmi Logitech di masing-masing negara.
Cek berita terbaru Game & Esport di Website Maniatogel untuk mengikuti perkembangan periferal gaming dan teknologi terbaru.
Nonton livestream turnamen esport di Maniatogel sambil mengikuti berbagai pertandingan kompetitif dari game favoritmu.
Pada akhirnya, Logitech GPro X3 Superstrike merupakan penyempurnaan dari konsep Superstrike. Logitech tidak mengubah bentuk secara drastis. Sebaliknya, perusahaan memperbaiki bagian yang lebih penting untuk pemain kompetitif.
HITS tetap menjadi daya tarik terbesar. Namun, sensor 48.000 DPI, tracking 930 IPS, akselerasi 90G, polling 8KHz, chipset NxLOGI, dan baterai 135+ jam membuat paketnya semakin lengkap.
Selain itu, distribusi bobot yang diperbaiki menjadi perubahan penting dibanding generasi sebelumnya. Dengan begitu, Logitech tidak hanya mengejar angka spesifikasi, tetapi juga memperbaiki handling.
Update & Highlights Turnamen Esport terbaru di Situs Maniatogel juga dapat menjadi referensi untuk mengikuti perkembangan esports sambil mengikuti inovasi perangkat gaming.
Untuk pemain kompetitif yang memang membutuhkan rapid trigger, haptic feedback, dan polling rate tinggi, generasi baru ini menawarkan banyak opsi konfigurasi. Di sisi lain, gamer kasual mungkin tidak membutuhkan seluruh fitur tersebut.
Dengan pendekatan tersebut, Logitech menempatkan mouse ini sebagai perangkat premium untuk pengguna yang mengejar respons input dan fleksibilitas. Logitech GPro X3 Superstrike menjadi evolusi yang lebih matang dari konsep Superstrike sebelumnya.
